Author : Nam Rae-in
Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun (ChanBaek)
SupportCast : Kim Jongin (Kai), Oh Sehun (Sehun), Jung Soojung (Krystal), Choi Jinri (Sulli)
Genre : Romance, AU, Fluff, Yaoi, Comedy—maybe—(Author bungung)
Length : Squel (Part 2)
Ratting : T
N.A : Raein’s back jeng jeng jeng.. okke, ini part 2-nya udah datang.. Sorry kalo ada typo nya nyahaha, g mau banyak bilang sih, happy reading readers.. J
Summary : Benar saja, setelah Chanyeol sedikit mengerjapkan matanya, satu kali, dua kali, dan ia sadar, benar itu Byun Baekhyun yang telah mencuri hati dan harinya, dengan percaya akan kemampuannya, Chanyeol melangkah menuju Baekhyun yang tengah memunggunginya.
Otak Chanyeol berputar-putar dan hampir tidak mempercayai matanya sendiri, Baekhyun memang benar di sini? Di disini? Tapi itu tidak mungkin. Apakah salah satu mimpinya selama beberapa hari ini berhasil menyelinap ke duania nyata? Apakah..?
Tetapi yang berdiri di sana memang benar Baekhyun. Tidak salah lagi, itu memang Baekhyun.
Saat ini Baekhyun menyadari kehadiran Chanyeol dan menoleh dengan ragu. Matanya yang hitam menatap lurus ke mata Chanyeol dan Chanyeol bisa melihat kekagetan dalam mata itu. Lalu bibir Baekhyun mulai terbuka dan bergumam pelan, “Chanyeol,”
Mendadak nafas Chanyeol terasa tercekat, mendadak hatinya merasa nyeri, nyeri karena merindukan Baekhyun, nyeri karena akhirnya Baekhyun berdiri dihadapanya, memandangnya dan memanggil namanya.
Ketika melihat Chanyeol berdiri dihadapannya, Baekhyun menahan nafas. Baekhyun hanya dapat memandangi Chanyeol, bahkan ia tidak sadar bahwa ia telah bergumam memanggil nama Chanyeol yang tengah berdiri dihadapannya.
—oo—OO—oo—
“Cukup Hentikan!” ucap Baekhyun sedikit membentak ketika melihat Krystal terus menyalahkan Kai, jujur saja, sebetulnya Baekhyun tidak yakin dengan sikapnya kali ini, namun bagaimana lagi?
“Sebetulnya apa maumu?” tanya Baekhyun sedikit kasar. Krystal hanya menatapnya penuh marah. Chanyeol yang melihat ekspresi Baekhyun yang terlihat benar-benar marah ini mulai menaruh perhatian pada air wajah Baekhyun.
Sejak kapan Baekhyun bisa marah? gumam Chanyeol dalam hatinya.
“Kalau kau menginginkan aku pergi dari kehidupan kalian, baiklah, aku akan pergi sekarang!” ucap Baekhyun dengan mantap dan segera menyambar jaket dan melangkah cepat keluar. Kai yang ingin menyusul Baekhyun kini tertahan karena Chanyeol-lah yang terlebih dahulu melangkahkan kakinya keluar untuk mengejar Baekhyun.
Chanyeol terus melangkahkan kakinya untuk mengejar Baekhyun yang berlalu seperti angin malam, cepat dan tanpa arah. Chanyeol tahu pasti bagaimana perasaan Baekhyun saat ini, maka dari itu ia berusaha mengejar Baekhyun untuk mencegahnya agar tidak berbuat apa-apa.
—oo—OO—oo—
Ini sudah lewat dari jam 12 malam dan aku belum berniat untuk pulang, aku belum siap untuk bertemu Kai, aku bingung harus melakukan apa, aku berjalan lebih dari berjam-jam dan aku belum berniat sama sekali untuk pulang, aku benar-benar bingung harus apa.
Sekarang aku menyenderkan bahuku di bangku pinggir jalan, aku kedinginan, aku ingin cepat pulang namun aku tidak berani menatap mata Kai, aku terus berfikiran kapankah ia akan mengerti perasaanku? Apakah aku harus melupakannya mulai saat ini? Tapi bagaimana caranya?
Apa iya aku harus mengikuti kata-kata namja bodoh yang bernama Park Chanyeol itu? Ah, dia memang seperti Kai, bedanya ia terlalu kejam untukku, ia juga suka melihatku salah tingkah dasar namja bodoh.
Sekarang pukul setengah satu dini hari, okke, aku menyerah aku berjalan menuju halte bus dan bersandar disana menunggu bus datang.
Aku menyandarkan bahuku dengan tenang, sangat bertolak belakang dengan suara hatiku yang sedang bergemuruh keributan, perasaanku yang aku simpan selama ini mulai berhamburan keluar melewati air mata, setiap air mata yang turun dari pipiku ini lah sepotong memori indah yang terbuang, aku benar-benar mencintai Kai, tapi aku tidak akan pernah memilikinya lagi.
Apakah ini yang dinamakan cinta? Tapi apakah cinta harus diberikan dengan cara seperti ini? Apakah orang-orang juga merasakan hal yang
sama denganku jika berada diposisiku? Ataukah mereka melakukan sesuatu hal yang lain apabila mereka berada di posisiku? Entahlah.
—oo—OO—oo—
Tak perlu lama Baekhyun menunggu bus datang, kini ia bersiap naik ke dalam bus, ia merasakan hangat yang menyelimuti badanya ketika ia masuk kedalam bus. Baekhyun memilih duduk dipinggir seorang ahjuma yang kelihatannya ramah. Di dalam bus ia juga melihat seorang namja yang sepertinya ia kenal, namun Baekhyun tidak mau ambil pusing dan segera mengambil tempat duduk.
Baekhyun segera mengaktifkan ponselnya ketika posisinya sudah berada di dalam bus. Nada dering ponselnya langsung berbunyi ketika ponselnya sudah aktif.
“Yoboseo?” ucap Baekhyun dengan nada lirih.
“Kau dimana bodoh?!” ucap seorang namja yang menjadi lawan bicara Baekhyun dalam ponsel, sepertinya Baekhyun kenal dengan suara menjengkelkan ini.
Apa katanya?! Bodoh?! kau yang bodoh Park Chanyeol! Maki Baekhyun dalam hati sesaat setelah mendengar Chanyeol mengatainya bodoh.
“Bukan urusanmu!” jawab Baekhyun ketus.
“Kau bisa tidak menyingkir dari keramaian? Suaramu tidak jelas.” Ucap Chanyeol meminta, namun anehnya Baekhyun seperti mendengar suara Chanyeol sedang berada didekatnya.
“Aku sedang berada di dalam bus bodoh! Mana mungkin menyingkir!” jawab Baekhyun dengan mencibir Chanyeol yang begitu menyebalkan.
“Nadoo~” jawab Chanyeol santai, kali ini Chanyeol tersentak karena mendengar suara klakson yang berbunyi selalu sama dengan apa yang ia dengar. Apa mungkin Baekhyun satu bus dengannya? Rasanya tidak mungkin, tapi mungkin saja iya. Entahlah. .
Chanyeol bergegas berdiri dan menghampiri punggung Baekhyun dengan mengendap-endap, bermaksud untuk menjaili Baekhyun agar suasana hati Baekhyun kembali membaik.
“Ya!” ucap Chanyeol seraya menjentikkan jarinya kearah kepala bagian belakang Baekhyun, sontak Baekhyun kaget dan berteriak, seisi bus langsung melihatnya dan sudah pasti yang malu Baekhyun karena Chanyeol dengan gesit berkamuflase pura-pura sedang menerima telefon.
“Ahjuma, bisakah kau pindah? Ada yang ingin aku bicarakan dengan anak ini.” Ucap Chanyeol lembut kepada Ahjuma yang duduk bersebelahan dengan Baekhyun. Baekhyun terlihat bingung dengan nada Chanyeol yang begitu ramah kali ini.
“Ahjuma, jebal, andwe..” ucap Baekhyun memohon kepada ahjuma yang berada di sebelahnya dengan tatapan memelas.
Melihat ekspresi Chanyeol yang seperti itu ahjuma hanya menatapnya dengan tatapan sedang berfikir, apakah mereka berdua sedang terlibat syuting film ataukah sedang melakukan syuting variety show? Seandainya iya, bedak mana bedak, ahjuma ini kelihatan berantakan. #Plaak! #korban sinetron#
“Ne.” ucap ahjuma dengan singkat dan segera berpindah tempat duduk.
Terlambat, Chanyeol terlanjur memasang wajah aegyo-nya agar ahjuma mau menyingkir dari sebelah Baekhyun.
“Khamsahamnida.” Ucap Chanyeol berterimakasih. Dan dengan segera ia melihat Baekhyun yang berdiri menatap Chanyeol dengan tatapan anehnya itu. Baekhyun bergidik ngeri melihat tatapan Chanyeol yang memasang tatapan evil-nya itu.
“hei bocah..!” seru Chanyeol seraya menggeret lengan Baekhyun agar segera duduk.
Apa katanya?! Bocah?! Dasar Chanyeol memang keterlaluan seenaknya saja ia memanggilku bocah?! Dia kira dia siapa?! Maki Baekhyun dalam hatinya seraya mengerucutkan bibirnya.
“Apa yang kau lakukan tadi hah?!” tanya Chanyeol mengintrogasi Baekhyun.
“Bukan urusanmu.” Jawab Baekhyun sok ketus dimata Chanyeol.
“Hei! Sudahlah, kau itu tidak pantas untuk menjadi orang yang ketus!” ucap Chanyeol mengejek Baekhyun seraya menjulurkan lidahnya mengejek.
Baekhyun yang melihat itu sedikit tersenyum sebentar dan kemudian mengganti air wajahnya menjadi air wajah sebal, Chanyeol lega bisa melihat Baekhyun tersenyum, yah, walaupun itu senyuman tipis.
—oo—OO—oo—
Setiap kali Chanyeol menatapku, darahku mengalir dingin, wajahku pucat, aku mendadak menjadi orang yang aneh, yang tidak tau harus berbuat apa, aku lebih banyak salah tingkah, sampai-sampai aku takut untuk bergerak. Kenapa?, karena kau takut sejengkal saja aku bergerak akan membuat diriku salah tingkah, aku tidak mau itu terjadi.
Lantas kenapa aku masih bisa berada didekatnya? Itulah masalahku. Aku tidak mengerti kenapa aku begitu nyaman ketika berada didekatnya. Terlihat konyol memang. Namun, itulah kenyataannya.
Aku seperti sebuah magnet yang tertarik dengan sumbu berlawanan denganku. Yah, sumbu yang berlawanan denganku itu adalah Park Chanyeol. Dia selalu ada ketika aku sedang berada diantara Kai dan Krystal, aku tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Aku ingin menghapus semua fakta—bahwa aku mencintai Kai—dari otaknya. Aku sendiri tidak tahu pasti bagaimana ia bisa tahu tentang perasaanku terhadap Kai. Mungkinkah ia detektif? Tidak, itu tidak mungkin. Atau bahkan mungkin. Aku tidak tahu..,
Sepertinya aku menyukai namja ini, tapi entahlah, hatiku masih terperangkap dalam perasaanku terhadap Kai..
—oo—OO—oo—
“Aku bisa membawamu keluar dari masalah ini.” Ucap Chanyeol seraya menatap Baekhyun lekat-lekat.
“Aku tidak akan tertipu lagi, aku tau kau sedang bercanda.” Jawab Baekhyun dengan mengerucutkan bibirnya.
“Ya! Aku serius!” betak Chanyeol karena mendengar ucapan Baekhyun yang mengatakan dirinya tidak serius.
“Ah? Jinjjayo? Kalau begitu apa?” tanya Baekhyun antusias.
Sepertinya Baekhyun ini memang seorang yang mudah berganti mood dengan sangat cepat. Umpat Chanyeol dalam hatinya sebelum menjawab pertanyaan Baekhyun yang sekarang sedang menatapnya ini.
“Baiklah, bagaimana kalau kita pacaran saja? Dengan seperti itu semua masalah selesai, dan Kai kira kau tidak pernah menyukainya.” Mwoya?! #Shoc..
Apa? Chanyeol mengajaku jadian? Apa dia sudah gila? Bagaimana ia bisa berfikir seperti itu? Dasar bodoh! awas kau Park Chanyeol! Kutuk Baekhyun dalam hatinya.
“Bagaimana? Kau mau? Kalau tidak juga tidak apa-apa, tawaran berlaku hingga kau benar-benar ingin mati.” Ucap Chanyeol setengah bercanda. Baekhyun membeku mendengar ucapan Chanyeol.
Sebetulnya apa yang dipikirkan Park Chanyeol ini, apakah ia sudah gila atau proses menjadi orang gila? Ah, benar-benar aku tidak tahu apa motif dibalik ini, mungkinkah Chanyeol menyukaiku? Ah, tidak-tidak, ireona.. ireona Byun Baekhyun!
“Hei, aku tidak tau harus menjawab apa.” Jawab Baekhyun berterus terang. Perasaan Chanyeol kini tidak tertuju lagi dengan sorot mata Baekhyun, melainkan perasaannya tertuju pada dirinya sendiri.
Sepasang mata Baekhyun terpaku menatap perubahan air wajah yang tergambar di wajah Chanyeol, kali ini Baekhyun melihat air wajah yang berbeda dari biasanya.
Sepertinya ia benar-benar serius dengan ucapannya. Ujar Baekhyun pada batinya.
—oo—OO—oo—
Dalam diam Baekhyun mengamati Chanyeol yang tengah tertidur disampingnya, perjalan untuk sampai ke rumah Kai masih cukup jauh, dan waktu itu mencukupkan untuk seseorang tidur sejenak.
Sebetulnya Chanyeol tidak buruk-buruk juga, tatapan matanya terlihat tegas tapi aku yakin ada sebidik sorot lembut yang terpancar dari matanya, ia juga mempunyai tulang rahang yang tegas. Ucap Baekhyun mendeskripsikan Chanyeol menurut diri Baekhyun.
Lama Baekhyun memperhatikan Chanyeol yang tengah tertidur disebelahnya, ia mencoba membelai surai Chanyeol lembut, itu berhasil, Baekhyun tersenyum melihat air wajah Chanyeol ketika tertidur.
Tanpa Baekhyun sadari Chanyeol melorotkan kepalanya dan bersender di bahu Baekhyun, beberapa helai poni rambut Chanyeol menyentuh leher Baekhyun lembut. Baekhyun membeku, keringat dingin mulai membasahi dahinya, ia tidak tahu harus berbuat apa. Tapi toh ujung-ujungnya ia menikmati ini.
Lama Baekhyun menahan posisi duduknya tetap dan Baekhyun tidak berani bergerak sedikitpun karena takut membangunkan Chanyeol yang tengah tertidur di bahunya ini.
“Chanyeol, ireona..” ucap Baekhyun seraya menepuk bahu Chanyeol lembut ketika mereka sudah sampai.
Chanyeol hanya berdeham dan mulai mengerjap-erjapkan matanya. “Kita sudah sampai?” tanya Chanyeol seraya membetulkan jaketnya dan bersiap untuk turun.
Mereka berjalan dengan sangat pelan, sekarang sudah pukul setengah 2, dan mereka masih betah untuk menjajakkan kaki mereka dengan tempo pelan. Entah siapa yang memulai tempo ini tapi Baekhyun maupun Chanyeol menikmati ini.
Mata Baekhyun tidak beralih sedikitpun dari Chanyeol. Mengamati tiap garis lengkung dibibir tipis Chanyeol. Mengamati rambut Chanyeol yang berdesir saat ia berjalan disebelahnya—sekarang ini—mendengarkan suara Chanyeol yang dingin namun sangat diingat Baekhyun, dan itu menjadi kesenangan tersendiri dibenak Baekhyun.
Semua pikiran tentang Chanyeol tergambar jelas dibenak Baekhyun, menajdi potongan-potongan kecil yang menyusun hatinya, potongan-potongan yang akhirnya tersusun rapi menyisipkan rasa nyaman ketika ia bersama Chanyeol dimana saja dan kapan saja.
Saat Baekhyun tersadar bahwa ia telah memperhatikan Chanyeol begitu dalam dan detail. Jantungnya berdebar cepat memompa darah yang terasa dingin di tubuh, sadar jantungnya masih berdetak, Baekhyun menyadari sesuat, Baekhyun menyukai Chanyeol, yah, menyukai Chanyeol meskipun masih terasa bayangan Kai di dalam hatinya.
“Kau tidak pulang? Ini sudah sangat dingin.” Ucap Baekhyun memperingatkan Chanyeol yang masih berdiri disampingnya.
“Iya. Masuklah dulu baru aku berjalan pulang.” Ucap Chanyeol ketika berada didepan rumah Kai—tempat Baekhyun menginap.
“Baiklah, gomawo sudah mau mencariku.” Ucap Baekhyun. Terpapar senyum simpul dimuka Baekhyun dan dibalas dengan senyum tipis Chanyeol.
“Ne. cepatlah aku hampir mati jika kau tidak cepat masuk!” ucap Chanyeol memperingatkan Baekhyun agar cepat masuk, dan Baekhyun hanya tertawa dan membisikkan ucapan selamat malam di telinga Chanyeol.
Melihat tingkah Baekhyun yang tiba-tiba membisikan ucapan selamat malam ditelinga Chanyeol, membuat Chanyeol sedikit membeku karenanya, tak sadar ia melambaikan tangannya kepada Baekhyun dan Baekhyun membalasnya seraya tersenyum.
—oo—OO—oo—
Baekhyun berjalan mengendap memasuki ruang keluarga untuk menuju kamarnya dilantai 2, ia melakukan itu karena tidak ingin membangunkan seorangpun dirumah ini, dan Baekhyun kira semua orang dirumah ini sudah tertidur—termasuk Kai—pikir Baekhyun. Namun itu semua salah, Kai sedang duduk didepan sofa menunggu Baekhyun pulang.
“Dari mana saja kau?” tanya Kai menyelidik. Dan Baekhyun hanya tertunduk berusaha mencari alasan.
“Apakah itu penting?” tanya Baekhyun ketus mengikuti cara Chanyeol.
“Apa-apaan kau ini Byun Baekhyun?! Aku khawatir denganmu! Khawatir setengah mati! Kau lihat ini sudah jam berapa? Bagaimana kalau ada apa-apa denganmu di jalan? Kau tidak mengerti bagaimana khawatirnya aku ketika menunggumu hah?!” ucap Kai dengan nada sedikit marah, Baekhyun hanya mentapnya dengan tatapan tidak mengerti.
Kai mengkhawatirkan ku? Aku kira ia tidak akan khawatir denganku lagi, tapi apakah ia serius mengkhawatirkanku? Seandainya iya kenapa ia tidak mencariku dan malah Chanyeol yang susah payah mencariku dan bukannya Kai? Ucap Baekhyun dalam hatinya seraya menatap lekat wajah Kai yang memerah menahan emosi.
Lama menunggu jawaban Baekhyun yang hanya berdiri membeku membuat Kai kehilangan kesabarannya menghadapi Baekhyun.
“Baekie! Jawab pertannyaanku!” ucap Kai kasar. Kali ini mendengar kata-kata Kai yang kasar membuat Baekhyun tidak dapat menahan air matanya.
“Seandainya kau mengkhawatirkanku, kenapa kau tidak mencariku?! Dan kenapa malah Chanyeol yang mencariku hingga larut malam seperti ini, dan kau malah menungguku dirumah, dengan cara seperti ini apakah itu bisa disebut mengkhawatirkanku?!” ucap Baekhyun kesal.
Kai seakan tidak bisa berbicara lagi mendengar pertanyaan Baekhyun yang begitu menusuk, sementara Baekhyun sekarang sudah menghambur kekamarnya.
Chanyeol? Dia siapa? Kenapa ia bisa bersama Baekhyun? Apakah ia namja yang disukai Baekhyun? Tidak, tidak mungkin, selama ini Baekhyun tidak pernah menceritakan siapa-siapa, tapi dia siapa? Tanya Kai dalam hatinya, ia penasaran dengan Chanyeol itu siapa.
—oo—OO—oo—
Baekhyun segera menaiki tangga dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya, ia benar-benar menangis terhadap situasi yang benar-benar rumit, ia tidak tahu harus berbuat apa, ia benar-benar tidak tahu harus apa.
Baekhyun teringat dengan tawaran Chanyeol untuk menjadi pacarnya, tapi itu gila, dan bagaimana bila Baekhyun benar-benar menyukai Chanyeol? Masalah akan semakin rumit.
Tak lama Baekhyun merebahkan tubuhnya di ranjang tiba-tiba pintu kamarnya terketuk, namun Baekhyun malas menanggapi ketukan pintu dan memilih berpura-pura tidur saja.
Kai yang mengetuk pintu bingung karena ketukan pintunya tidak ditanggapi oleh Baekhyun, Kai kira Baekhyun tertidur sehingga tidak menanggapi ketukan pintunya, akhirnya ia membuka pintu pelan agar tidak mengganggu Baekhyun yang tengah tertidur.
“Baekie~” ucap Kai lirih seraya mengambil posisi duduk disebelah Baekhyun yang tengah tertidur—padahal Baekhyun hanya pura-pura tertidur. Baekhyun menahan nafasnya agar air matanya tidak jatuh ketika Kai masih berada di kamarnya.
“Mianhae, jeongmal mianhae, bukan maksudku untuk membentakmu seperti tadi..” ucapan Kai menggantung ditengah kalimat. Perasaan Baekhyun diruntuki perasaan penasaran dengan ucapan Kai selanjutnya,
“Bukan maksudku tidak mengkhawatirkanmu, sungguh aku benar-benar mengkhawatirkanmu, hanya saja tadi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena Krystal menahanku..” kali ini Kai menggantungkan lagi kalimatnya seraya mengambil nafas dalam-dalam. Dan Baekhyun mendengus dalam hatinya.
Siala. Krystal lagi, Krystal lagi. Ucap Baekhyun berdecak dalam hatinya.
“Baekie, aku hanya ingin kau tahu, semua ini aku lakukan demi kau, aku bersikap kasar padamu tadi karena aku tidak kenal Chanyeol itu siapa, aku tidak ingin kau celaka, aku mohon mengertilah..” ucap Kai dengan nada lirih, sukses membuat hati Baekhyun luluh dan menangis dalam pelan, Baekhyun merasa gelisah menunggu lanjutan kalimat Kai berikutnya karena ucapannya menggantung ditengah-tengah.
“Satu lagi, aku hanya ingin kau tahu aku menyayangimu, kau pasti tahu bagaimana aku menyayangimu, aku harap kau mengerti.” Ucap Kai pada akhirnya. Seraya mencium kening Baekhyun hangat dan tidak lupa membisikkan ucapan selamat tidur di telinga Baekhyun. Karena itu hati Baekhyun semakin menciut dan bimbang dengan situasi yang menghimpitnya.
Cukup Kai, hentikan semua perkataanmu, aku tidak sanggup lagi mendengar semua itu, aku mohon hentikan! Ronta Baekhyun dalam hatinya.
Setelah Kai keluar, Baekhyun merasa lega karena bisa mengeluarkan air matanya yang sudah berdesakan minta keluar, Baekhyun hanya bisa menangis untuk kali ini, ia tidak tahu harus bagaimana, menangis, yah hanya itu yang bisa dilakukannya.
Baiklah aku akan kembali ke Incheon besok, aku tidak mungkin betah berada disini lama-lama. Aku butuh waktu untuk sendiri. Ucap Baekhyun merencanakan harinya untuk melupakan Kai
—oo—OO—oo—
Sinar matahari perlahan memasuki jendela kamar dan membangunkan Baekhyun dengan lembut. Perlahan Baekhyun mulai menggeliat dan akhirnya terbangun karena sinar matahari yang mengusik matanya membuat silau pandangannya.
Yah, pagi pun akhirnya datang, biasanya ketika bangun, Baekhyun segera menuju kamar mandi untuk mandi dan segera sarapan, namun berbeda dengan hari ini, dengan mengacak-acak rambutnya Baekhyun mencari ponselnya yang ia lempar di ranjang tadi malam. Ia tercengang ketika melihat satu pesan masuk entah dari siapa Baekhyun tidak tahu.
Hari ini cepatlah bangun dan pergilah kerumahku, Sehun hari ini ulang tahun dan kau diminta Omma untuk membantu memasak di rumah, cepatlah datang.
“Hah? Apa-apaan ini? Menemani memasak Ommanya Chanyeol? Bukankah dia sudah tau kalau aku tidak bisa memasak? Dia sengaja membuatku malu di depan Ommanya, dasar bodoh.” Ucap Baekhyun kesal setelah membaca pesan yang ternyata dari Chanyeol.
Ya, aku akan segera kesana, setelah itu aku akan segera pulang.
Jawab Baekhyun melalui pesan dan segera dikirim ke Chanyeol.
Segera Baekhyun mandi dan merapikan barang-barangnya, karena setelah dari rumah Chanyeol ia berniat untuk segera pulang ke Incheon. Apakah Kai tahu tentang rencana Baekhyun bahwa ia akan pulang ke Incheon hari ini? Tentu tidak, karena Baekhyun tidak ingin Kai menghalanginya untuk pulang ke Incheon.
—oo—OO—oo—
Baekhyun segera mengganti pakaiannya dan bersiap turun untuk berpamitan, ia melirik jam yang melingkar di tangannya.
Okke, baru jam 9 pagi, belum terlalu terlambat untuk pergi kerumah Chanyeol. Gumam Baekhyun pada dirinya.
Setelah Baekhyun mengecek barang-barangnya, ia segera turun dan tak lupa menyambar ponselnya dan segera memasukkannya kedalam jaket musim dinginnya.
Baekhyun turun dan melihat Kai sedang menyantap sarapannya, segera Baekhyun menyapanya untuk terakhir kali sebelum ia pergi.
“Kai-ah annyeong..” ucapan Baekhyun tergantung karena ia tercengang ketika melihat dimeja makan sudah ada Krystal dan Sulli, ia bingung sejak kapan Krystal dan Sulli berada disini?
“Ah, Baekie anyyeong.. cepat sarapan,” ucap Kai kepada Baekhyun seperti telah melupakan kejadian semalam ketika ia menggertak Baekhyun.
“Baekhyun annyeong..” sapa Sulli dan Krystal ketika Baekhyun menaruh barang-barangnya. Baekhyun langsung mengganti air wajah, ia benar-benar tidak ingin bertemu mereka.
“Annyeong.” Jawab Baekhyun singkat. Kai melongo ketika melihat bawa baannya Baekhyun yang lumayan banyak itu.
“Mau kemana pagi-pagi begini?” tanya Kai memperhatikan Baekhyun, dan Baekhyun masih sibuk menenggak susunya dan menyambar roti dan langsung memakannya.
“Mau pergi kerumah teman sebentar.” Jawab Baekhyun singkat. Dan Kai mengangguk faham tanpa kecurigaan sedikitpun terhadap sikap Baekhyun yang aneh ini. Baekhyun susah payah menelan roti yang ia kulum karena takut Kai bertanya lagi, tapi syukurlah Kai tidak bertanya lebih banyak.
Suasa meja makan terasa hening karena Baekhyun mengambil sikap diam dan sibuk memandangi ponselnya menunggu Chanyeol mengirim pesan. Untuk apa Chanyeol mengirim pesan Baekhyun? Pastilah untuk memberi tahu Baekhyun agar cepat datang kerumah Chanyeol, semua ini Baekhyun yang meminta karena ia tidak ingin lama menunggu disana.
“Baekhyun-ah?” ucap Sulli memanggil nama Baekhyun. Dan Baekhyun hanya menarik nafas sebelum menanggapi pertanyaan Sulli.
“Hm?” jawab Baekhyun singkat tanpa melirik kearah sumber suara, karena menurut Baekhyun itu tidak penting.
“Semalam kau pergi dengan Chanyeol oppa?” tanya Sulli menyelidik. Dan Baekhyun hanya memaki Sulli dalam hati.
“Iya, kenapa?” jawab Baekhyun berterus terang, mendengar jawaban Baekhyun. Sulli menaruh perhatian kepada Baekhyun, namun Baekhyun hanya menatapnya sekilas tanpa minat.
“Kemana?” tanya Sulli menyelidik, kali ini Baekhyun benar-benar bingung harus menjawab apa.
“Bukan urusanmu.” Jawab Baekhyun singkat dan lekas berdiri dan menyambar jaketnya.
“Aku pergi dulu, mungkin lama.” Ucap Baekhyun berpamitan kepada Kai, Krystal, dan juga Sulli yang tengah menatapnya jengkel, namun Baekhyun hanya tersenyum tanpa minat kearah Sulli dan segera pergi.
—oo—OO—oo—
“Annyeonghaseyo..” sapa Baekhyun seraya membungkuk ketika bertemu dengan Ommanya Chanyeol.
“Eh, Baekhyun sudah datang, cepatlah duduk.” Ucap Omma Chanyeol mempersilahkan duduk.
“Emm, saya bantu memasak ya,” tawar Baekhyun begitu melihat Omma Chanyeol masuk kedalam dapur.
“Eh, tidak usah kau tamu disini, silahkan duduk saja dan tunggulah, sebentar lagi Sehun pulang, biar tante saja yang mengurusi semua ini.” Jawab Omma Chanyeol menolak dengan halus.
Ommanya Chanyeol orangnya hangat tapi kenapa anaknya sedingin freezer? Hah jarak bumi langit jauh, begitu juga sifat Chanyeol dengan Ommanya. Omel Baekhyun dalam hati.
Baekhyun sibuk membolak-balik koleksi buku milik Appanya Chanyeol yang memang gila buku, Baekhyun begitu terkesan ketika melihat koleksi buku Appanya Chanyeol yang banyak dan lengkap, bukunya juga tersusun rapi.
“Chanyeollie..” teriak Ommanya Chanyeol memanggil nama anaknya itu.
“Ne Omma?” jawab Chanyeol seraya mendekati Ommanya yang tengah bersiap menjemput Sehun di bandara, karena memang Sehun habis pergi dari luar negri karena ada pekerjaan disana.
“Kau temani Baekhyun disini biar Omma yang jemput Sehun, dan sebentar lagi Appa pulang.” Ucap Omma Chanyeol dan segera pergi meninggalkan anaknya dirumah bersama Baekhyun.
“Ne.” jawab Chanyeol singkat.
Chanyeol masuk dengan langkah santai menuju ruang tamu untuk menemani Baekhyun yang tengah duduk manis disitu, membuat Chanyeol tertawa dalam hatinya.
“Kau, pasti sebentar lagi akan diperkenalkan dengan Appaku oleh Sehun.” Ucap Chanyeol membuka pertanyaan. Dan Baekhyun hanya menatapnya bingung.
“Iya aku tau, tapi kenapa aku yang diundang kesini dan bukannya Sulli?” tanya Baekhyun menanggapi ucapan Chanyeol tadi.
“Sebetulnya aku juga tidak ingin kau disini.” Jawab Chanyeol dengan tersenyum sinis. Dan Baekhyun hanya mengerucutkan bibirnya kesal.
“Yasudah aku pulang.” Ucap Baekhyun kesal seraya berdiri dan mengambil jaketnya, namun dengan cepat Chanyeol meraih tangan Baekhyun bermaksud menyuruh duduk. Baekhyun membeku karena tangannya dipegang oleh Chanyeol, sudah lama ia tidak merasa pegangan sehangat ini menyentuh kulit tangannya.
“Jangan pergi nanti Sehun marah padaku.” Ucap Chanyeol setelah Baekhyun mau duduk.
“Jadi dari mana Ommamu tau tentang aku?” tanya Baekhyun ingin tahu.
“Dari mana lagi kalau bukan dari Sehun. Sehun cerita ke Appa dan Omma tentangmu, makannya Omma memintaku memperkenalkanmu kepada Appa dan juga Omma secara langsung.” Jawab Chanyeol berterus terang, Baekhyun hanya menatap Chanyeol tanpa kata.
“Lalu kenapa Appa dan Omma memintamu memperkenalkan aku?” tanya Baekhyun polos membuat Chanyeol geram dan menjentikkan kepala Baekhyun gemas, tentu Baekhyun mengaduh kesakitan.
“Tentulah, mereka inginkan aku segera menikah bodoh! Makannya aku memintamu untuk menjadi pacarku, kau ini bodohnya bukan main!” ucap Chanyeol seraya menatap Baekhyun lekat, dan Baekhyun hanya menatap Chanyeol seraya mengerucutkan bibir.
“Iya, iya aku faham, jadi begitu ya, baiklah,” ucap Baekhyun mengerti, dan Chanyeol hanya mengernyitkan dahi bingung dengan reaksi Baekhyun yang terlihat biasa saja.
Dia tidak terkejut? Atau jangan-jangan ia hanya pura-pura mengerti? Ah, aku tidak perduli. Decak Chanyeol dalam hatinya.
“Kau mau kemana? Bawa barang banyak kaya gini?” tanya Chanyeol seraya mentap Baekhyun penuh selidik.
“Pulang.” Jawab Baekhyun apa adanya. Chanyeol hanya mengernyitkan dahi dengan jawaban Baekhyun.
“Ya kemana pulangnya?!” tanya Chanyeol dengan nada ketus dan kesal. Baekhyun hanya menatap Chanyeol tanpa minat dan bergumam,
“Pulang ke Incheon,” jawab Baekhyun singkat dan segera memalingkan wajahnya dari tatapan Chanyeol.
Tak lama kemudian suasana menjadi biasanya, dingin dan membeku, Chanyeol dan Baekhyun terdiam, entahlah apa yang dipikirkan Baekhyun dan Chanyeol, mereka betah-betah saja diam dengan pikiran mereka masing-masing.
Bahkan Appa Chanyeol pulangpun Baekhyun dan Chanyeol tidak menyadari. “Annyeong, kau Baekhyunkan?” tanya Appa Chanyeol ketika mendapati anaknya tengah berdua dengan namja manis bernama Baekhyun ini.
“Annyeonghaseyo, Ne, Baekhyun imnida.” Ucap Baekhyun memperkenalkan dirinya, dan Appa Chanyeol hanya menyeringai seraya melirik kearah Chanyeol melalui ekor matanya.
“Mana Sehun?” tanya Appa kepada Chanyeol yang tengah duduk disamping Baekhyun.
“Sebentar lagi pulang.” Jawab Chanyeol singkat.
“Kau sudah memberikan kado kan untuk dongsaengmu?” tanya Appa kepada Chanyeol yang tengah membaca buku tanpa minat.
“Sudah, sudah aku taruh dikamar, biar dia sendiri yang ngambil.” Jawab Chanyeol singkat, dan saat itulah Sehun datang dengan suara riuh karena melihat Baekhyun ada disini.
“Baekhyun hyung kok bawa barang banyak sih?” tanya Sehun, pertenyaan Sehun dengan Chanyeol sama dan membuat Baekhyun mendengus kesal.
“Ya, sehabis ini aku akan pulang ke Incheon, tugasku masih menumpuk disana.” Jawab Baekhyun mencari alasan dan Sehun mengangguk faham.
Mereka segera merapikan meja makan dan menaruh makanan dan kue ulang tahun dimeja makan, dan Baekhyun terlebih dahulu menyodorkan hadiah baru diikuti Appa dan Omma Chanyeol.
“Khamsahamnida Baekhyun-ah..” ucap Sehun senang ketika menerima kado dari Baekhyun dan Baekhyun hanya tersenyum.
Prosesi selanjutnya adalah tiup lilin, dan sebelum meniup lilinnya Sehun berdoa sangat lama sekali membuat Chanyeol bosan menunggu, dan akhirnya Sehun meniup lilinnya setelah disenggol oleh Chanyeol.
“Doa apaan sih, lama banget, lilinnya uda memeleh tuh.” Ucap Chanyeol setelah Sehun meniup lilinnya.
“Berdoa biar Baekhyun dan Hyung cepat menikah.” Ucap Sehun polos.
“Mwoya?!” jawab Chanyeol dan Baekhyun hampir bersamaan, dan Sehun hanya tertawa diikuti oleh Appa dan Omma.
“Baekhyun, kau maukan jadi pacarnya Chanyeol?” tanya Omma Chanyeol dengan nada serius dengan Baekhyun, susah payah Baekhyun mengulum makanannya.
“Boleh,” jawab Baekhyun seraya menyeringai kearah Chanyeol yang sedang menatapnya dengan tatapan kebingungan.
Mereka tertawa, tidak dengan Chanyeol, ia merasa bahwa Baekhyun sudah mengambil akalnya, sesekali Chanyeol tersenyum kearah Appa dan Ommanya, namun senyum itu cepat hilang ketika teringat dengan ucapan Baekhyun barusan.
“Hyung mana kado untukku?” rengek Sehun meminta kado dari Chanyeol, dan Chanyeol hanya menatap Sehun malas.
“Dikamarku, ambil sendiri.” Jawab Chanyeol dingin dan Sehun buru-buru melesat naik ke lantai 2 menuju kamar Chanyeol.
Tak lama Sehun turun dengan menyeringai kearah Chanyeol, Chanyeol tidak mengerti apa artinya, makannya ia menghiraukan tingkah dongsaengnya itu.
“Hyung aku tahu rahasiamu, coba lihat ini apa yang aku temukan dikasurmu, sebuah foto..” ucapan Sehun terpotong karena Chanyeol keburu melesat kearah Sehun dan membungkam mulut dongsaengnya itu, Chanyeol lupa menyembunyikan foto itu.
Hah foto? Foto apa yang disimpan Chanyeol sampai membungkam mulut Sehun dengan tangannya? Tanya Baekhyun dalam hatinya.
“Berikan padaku!” gertak Chanyeol kepada Sehun yang tidak mau memberikan foto itu.
“Tidak akan, Appa, Omma, Baekhyun hyung! Hyungku menyukai Baekhyun hyung, ini buktinya ia menyimpan foto Baekhyun hyung dikamarnya.” Teriak Sehun namun dengan cepat Chanyeol menyambar foto itu dari tangan Sehun.
Suasana mendadak membeku, Baekhyun memandang Chanyeol bingung, dan Baekhyun segera berdiri dari tempat duduknya dan segera menghampiri Chanyeol dan mengambil foto itu secara paksa dari tangan Chanyeol.
“Apa maumu dengan menyimpan foto ini hah?! Kau ingin memberitahukannya pada Kai? Iya?!” tanya Baekhyun dengan nada marah.
Mengetahui bahwa Chanyeol dan Baekhyun sedang terlibat masalah, Appa dan Omma Chanyeol menyuruh Sehun segera masuk kedalam ruang kerja dan membiarkan mereka menyelesaikan masalahnya, dan Sehun dengan setengah hati menuruti kata Appa dan Ommanya.
“Apa maumu dengan menyimpan foto ini hah?!” tanya Baekhyun sekali lagi kepada Chanyeol yang tengah membeku, berdiri tanpa bergerak.
“Bukan, bukan seperti itu Baekhyun-ah, aku menyimpan foto ini bukan untuk apa-apa,” jawab Chanyeol seraya menatap Baekhyun penuh arti. Terlambat, Baekhyun sudah keburu marah dan tidak bisa menerima semua alasan Chanyeol.
Chanyeol hanya bisa mentap punggung Baekhyun yang semakin menjauhinya, ia bingung harus berbuat apa, nafasnya tercekat, jantungnya berdebar dua kali lebih cepat. Chanyeol tidak menginginkan ini terjadi, Chanyeol mengutuk dirinya dalam hati, kenapa ia begitu ceroboh dengan membiarkan foto Baekhyun tergeletak begitu saja di ranjangnya? Yah, semua kecerobohan Chanyeol.
“Sudah selesaikah?” tanya Sehun dengan polos ketika meliat hyungnya hanya mentap kosong pandanganya.
Chanyeol tidak bergeming, ia hanya menatap dan terus menatap pandangannya dengan tatapan kosong, ia benar-benar tidak bermaksud untuk membuat Baekhyun seperti ini, tapi terlambat, Baekhyun sudah pergi, pergi entah kemana.
“Kenapa kau tidak mengejarnya?” tanya Appa Chanyeol, Chanyeol hanya memiringkan kepala dan menatap Appanya dengan tatapan pasrah.
“Aku ingin, tapi aku tidak bisa.” Jawab Chanyeol dengan nada pasrah. Appa dan Omma Chanyeol langsung mengernyitkan dahi tanda tidak setuju dengan jawaban anaknya.
“Apa maksudmu dengan berbicara seperti itu?” Omma Chanyeol angkat bicara. Chanyeol hanya mendesah mengeluarkan nafasnya yang serasa tercekat.
“Karena aku tidak menyukainya.” Jawab Chanyeol santai. Dengan susah payah ia menelan ludahnya karena tidak yakin dengan ucapannya sendiri, Chanyeol merasa salah dengan ucapannya, ia menyukai Baekhyun sejak kali pertama bertemu.
“Kau tidak pernah mengakuinya pada Appa dan Omma,, kau ini sudah besar..” ucapan Appa Chanyeol menggantung, Chanyeol berpaling kearah Appa. Ia membuka mulut, namun tidak ada kata-kata yang terucap, ia bingung harus bagaimana.
Chanyeol menutup mulut.
Appanya kemabali melanjutkan ucapannya. “Chanyeol, Appa dan Omma yakin kau menyukainya. Alasan apa lagi yang akan kau pakai? Sudahlah, berhenti membohongi diri sendiri.”
“Apa yang salah denganku?” tanya Chanyeol dengan nada pasrah, ia menatap tatapan Appanya dengan sedikit ragu,
“Apa yang salah denganmu?” Appa Chanyeol balas bertanya. “Chanyeollie, tidak ada yang salah denganmu, Kau hanya menyukainya.” Jawab Appa Chanyeol dengan tersenyum meringankan rasa tercekat dalam hati Chanyeol.
—oo—OO—oo—
Chanyeol terlambat mengejar Baekhyun, ia terlalu bodoh karena tetap berdiri mematung ketika Baekhyun mulai melangkahkan kakinya, Chanyeol benar-benar membeku, tidak biasanya ia seperti ini, hanya Byun Baekhyun-lah yang mampu membuatnya seperti ini—mematung dan kehabisan akal.
“Lalu apa yang harus aku lakukan?” Chanyeol mulai bergumam tanpa ia sadari, ia sudah berada dimeja belajar Sehun dengan menatap kosong pandangannya.
Sehun menarik nafas, tiba-tiba ia seperti kehilangan oksigen karena baru pertama kali ini, ia melihat hyungnya bertingah seperti ini, dan baru pertama kali ini juga Sehun ditanyai dengan nada serius oleh hyungnya sendiri. Yah, pantas Chanyeol bertanya pada Sehun, karena Sehun juga terlibat dalam masalah ini.
Sehun mengernyit, ia bingung harus menjawab apa, ia terlalu takut mengambil keputusan untuk menjawab pertanyaan hyungnya. “Sebetulnya aku tidak tahu apa yang terjadi sebelumnya, tapi aku hanya menyarankan agar hyung mengejarnya ke Incheon, aku tidak tahu apakah ini benar atau salah, tapi sebaikanya benar.” Ucap Sehun dengan menatap hyungnya yang tengah berusaha mencerna ucapanya.
“Benar, aku akan menelpon Sulli untuk mendapatkan alamat Baekhyun di Incheon.” Jawab Chanyeol semangat dan langsung beranjak dari kursi dan segera pergi kekamarnya.
“Hyung!” panggil Sehun dengan nada mengeras, sepertinya ia belum selesai mengucapkan kata-katanya, Chanyeol mengernyit mentap Sehun.
“Hyung, maaf, tak seharusnya aku mengambil foto itu.” Aku Sehun dengan menundukkan kepala, Chanyeol hanya menghampiri Sehun dan mengacak rambut Sehun pelan seraya bergumam. “Tidak, tidak papa,” jawab Chanyeol ringan dan langsung meninggalkan Sehun tanpa sepatah katapun yang terucap dari mulutnya.
Chanyeol dengan langkah gesit mulai memberesi barang-barangnya dan segera memesan taksi untuk mengantarkannya ke stasiun kereta, ia tidak dapat menunggu lama untuk segera bertemu dengan Baekhyun, ia harus secepatnya sampai di Incheon, harus.
Setelah tahu dimana alamat Baekhyun di Incheon—tentunya Chanyeol tahu dari Sulli—Chanyeol langsung melesat kedalam taksi dan tentunya sebelum itu ia berpamitan kepada Sehun, dan Sehun hanya mengangguk mengerti.
Chanyeol lega, keretanya cepat datang, dan itu berarti ia bisa langsung menaikinya dan cepat pergi ke Incheon, tak banyak yang dipikirkan Chanyeol, hanya Baekhyun yang ada dipikirannya, ia harus cepat-cepat menghapus rasa kecewa yang seharusnya rasa itu tidak ada dari hati Baekhyun, bagaimanapun Chanyeol mencintainya.
—oo—OO—oo—
Taksi yang ditumpangi Chanyeol berhenti di sebrang gedung apartemen yang terlihat tua bertingkat dua.
“Disinikah tempatnya?” tanya Chanyeol kepada sopir taksi dengan logat yang kebingungan, namun sopir taksi langsung mengangguk menandakan benar ini tempatnya.
Chanyeol langsung mengangguk dan turun dari taksi yang ia tumpangi tadi, ia tidak menyangka Baekhyun memilih apartemen yang sunyi, namun bukan sunyi yang menakutkan, melainkan sunyi yang menenangkan.
Ia menghembuskan nafasnya sebelum mulai melangkahkan kaki. Namun Chanyeol tidak kunjung melangkahkan kakinya, ia masih sangat menikmati udara yang segar disini, tepat diseberang apartemen ada taman kecil lengkap dengan danau buatan yang nampak indah dan menyejukkan.
Setelah merasa cukup menyibukkan dirinya ditaman depan apartemen Baekhyun, Chanyeol mulai bersiap melangkahkan kakinya untuk menyebrang. Belum sempat Chanyeol melangkahkan kakinya menuju zebbracross, Chanyeol sudah menangkap bayangan Baekhyun yang sedang berjalan memasuki apartemennya.
Benar saja, setelah Chanyeol sedikit mengerjapkan matanya, satu kali, dua kali, dan ia sadar, benar itu Byun Baekhyun yang telah mencuri hati dan harinya, dengan percaya akan kemampuannya, Chanyeol melangkah menuju Baekhyun yang tengah memunggunginya.
Otak Chanyeol berputar-putar dan hampir tidak mempercayai matanya sendiri, Baekhyun memang benar di sini? Di disini? Tapi itu tidak mungkin. Apakah salah satu mimpinya selama beberapa hari ini berhasil menyelinap ke duania nyata? Apakah..?
Tetapi yang berdiri di sana memang benar Baekhyun. Tidak salah lagi, itu memang Baekhyun.
Saat ini Baekhyun menyadari kehadiran Chanyeol dan menoleh dengan ragu. Matanya yang hitam menatap lurus ke mata Chanyeol dan Chanyeol bisa melihat kekagetan dalam mata itu. Lalu bibir Baekhyun mulai terbuka dan bergumam pelan, “Chanyeol,”
Mendadak nafas Chanyeol terasa tercekat, mendadak hatinya merasa nyeri, nyeri karena merindukan Baekhyun, nyeri karena akhirnya Baekhyun berdiri dihadapanya, memandangnya dan memanggil namanya.
Ketika melihat Chanyeol berdiri dihadapannya, nafas Baekhyun serasa tercekat. Baekhyun hanya dapat memandangi Chanyeol, bahkan ia tidak sadar bahwa ia telah bergumam memanggil nama Chanyeol yang tengah berdiri dihadapannya.
Chanyeol masih terlihat seperti dulu, hanya saja ia terlihat lelah. Baekhyun tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Chanyeol karena ia tidak bisa berfikir lagi ia merasa membeku. Ia tidak dapat lagi menyimpulkan apa yang sedang dilakukan Chanyeol disini? Baekhyun tidak bisa membaca apa yang tersirat di balik mata Chanyeol yang tengah menatap Baekhyun dengan tajam.
Chanyeol?
—oo—00—To Be Continue—00—oo—

Nyuuukkk~~
Raein annyong *nggak sopan
Bagus, daebak (y)
Part selanjutnya ndang (?)
Sangra Annyeong..
yaelah sabar dums, tugasnya aja banyak pakek bngt u,u
annyeong…, ff nya bgus, daebak..!!
awalnya sy pkir Thehun ka sm Bacon -_- eh dy mlah ngedukung…
sbnrx sy sih brhrpnya ini ff pairingnya HunBaek, mklmlh HunBaek lover^^
tp gk pp kok,, ff ini jg kren kok.., lnjut!!
Enter your comment Here:
G penting versi 4… -_-
ho3
ini siapa sih? Klo g penting ywdh ngapain dbuka? Dkomen pula, yg g penting tuh situ, blng g penting kok mlh dkomen
Unni… Pokoknya lanjut klo ngga tak tunyuk nnt..pokoknya harus cepet di publisitas part 3nya titik ngga pake koma..#mekso bgt
Aih kan chanyeol suka beneran sama baekhyun
Tapi baekhyunnya galau ckck
Padahal baekhyun udah ngaku sama dirinya sendiri klo dy suka sama chanyeol ehh ternyata masih ada bayang2 kai (¬_¬”)
Wajar sih baekhyun galau secara kai nya ngasih perhatiannya lebih banget *eh haha
kyaa….
baekhyun marah ah, tapi manis marahnya…
#emang ada marah manis?
keren tauk ceritanya..
chanyeol ngejar baekhyun nya kelamaan, tapi ga papa lah..
suka de ama sikap chanyeol yang dingin tapi peduli.. keke~~
roman romannya bakal ada perebutan disini..
Huahhh, disini ChanBaek momentnya bayak banget
Aku suka
Ukh sempet sebel sama Kai yang ngomong kayak gitu ke Baekkie, Kai cuma bikin Baekkie menderita + PHPin lagi
Lanjutkan /ala partai Demokrat/ XD
So sweeeeet…………Abiiis,..
Trza sdkit aneh sich lau dnger Chanye0l mnta Baekhyun jd pcrnya & smua thueh d stjuin ma parent’snya chanye0l…tp gk ppa aku ska bnget…thanks ea th0r
Ffnya dlnjtn lge eah th0r..^_^
Aku ska bnget
Daebak,…so sweet,,.
Trzn lge ea th0r ffnyaA^_^